Monday, September 28, 2015

KATA MUTIARA JAWA

Matur nuwun Gusti kagem dinten menika, Mugi dinten menika saged tansah kula lampahi kanti laku lampah ingkang langkung sae
Terima kasih Tuhan untuk hari ini.Semoga hari ini bisa selalu saya jalani dengan tingkah laku yang baik.Amin
Yen urip mung isine isih nuruti nepsu,Sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu
Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan 
Mung merga sega sepiring aja nganti ngguling sega sak cething,Mung merga banyu sak cipratan aja nganti utah banyu sak padasan.
Kalau cuma karena nasi satu piring jangan sampai tumpah nasi satu bakul.Kalau cuma karena satu cipratan air jangan sampai membuat tumpah satu tampungan air.
Jangan karena masalah kecil membuat semua menjadi berantakan!!!
Gusti paring dalan kanggo uwong sing gelam ndalan
“Tuhan memberi jalan untuk manusia yang mau mengikuti jalan kebenaran”
Sapa sing tansah ngliwati dina lan nglakoni apa sing ana kanti ati sing legawa,Bakal oleh hasil sing luwih kanggo uripe tinimbang wong liya
Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, yang namanya kemulyaan hidup akan semakin sulit ditemukan
Yen kabih wis ginaris nyata, aja nganti ana ati sing rumangsa sengsara narima pacoba
Jika semua sudah menjadi ketetuan Tuhan, jangan ada lagi hati yang merasa sedih disaat menerima cobaan
Nyambut gawe diniati sing tenanan,Kanggo golek panguripan sukur bisa nguripi wong sing kekurangan.Sapa seneng andum bakal keduman, sapa seneng pawih bakal luwih
Berkarya dengan niat yang sungguh-sungguh, untuk mencari penghidupan akan lebih baik jika bisa menghidupi.
Dengan berbagi semakin memperlancar rezeki,siapa bermurah hidup penuh berkah dan berlimpah.
Luwih pantes diajeni wong wani urip tinimbang wani mati.Yen wani urip kudu kuat.Yen wani mati bisa mung karana nekat 
Lebih mulia dihargai orang karena berani hidup daripada berani mati Karena berani hidup harus kuat Tetapi berani mati bisa hanya karena nekat
Nglakoni apa-apa sing kudu dilakoni lan ninggalke apa-apa sing kudu ditinggalke wujud tanggung jawabe manungsa marang uripe.
Melakukan sesuatu yang harus dilakukukan dan meningalkan sesuatu yang harus ditingalkan adalah wujud dari tanggung jawabnya manusia akan hidupnya.
Uwong sing ngaku bala nanging mung reka-reka iku luwih seneng yen awakmu sengsara.Ngati-ngati milih bala ngati-ngati milih kanca
“Orang yang mengaku teman tetapi cuma pura-pura itu lebih senang kalau dirimu sengsara.Hati-hati memilih teman”
Kata Kata Bijak Jawa dan Artinya
Urip iku terus mlaku, Bebarengan karo wektu,SING BISA GAWA LAKUMU, Supaya apik nasibmu.
Hidup itu terus berjalan,bersamaan dengan waktu,Yang bisa membawa tingkah lakumu.Biar baik nasibmu.
Aja umuk bandhane wong tuwa, Arepa ora sepira, Yen hasil kringete dhewe iku luwih nyenengake lan bisa dibanggaake.
Jangan menyombongkan hartanya orang tua,Walaupun tidak seberapa,kalau hasil dari keringatnya sendiri itu lebih menyenangkan dan bisa dibanggakan.
Aja takon Gusti tresna ora marang awake dewe, Yen iseh bisa maca tulisan iki kudune sadar lan kudu sukur iseh weruh donya iki. 
Jangan tanya Tuhan cinta tidak terhadap kita.Kalau masih bisa membaca tulisan ini harusnya sadar&harus bersukur masih bisa melihat dunia ini. 
Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa
Jangan jadi orang yang merasa Bisa dan merasa Pintar Tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa
Ana mangsane bisa diunggahi ana mangsane diadohi.Ana mangsane nyuburi ana mangsane ngrusaki.Iku salah siji wujud kuwasane Gusti
Ada saatnya bisa didaki ada saatnya dijauhi.Ada saatnya menyuburkan ada saatnya merusak.Itu salah satu wujud kuasanya Tuhan
Genahe…Gustimu ora butuh disembah supaya mulya, Manungsa sing butuh nyembah supaya mulya
Sebenarnya…Tuhanmu tidak butuh disembah supaya mulia,Manusia yang butuh menyembah supaya mulia.
Ngarep-ngarep pitulungane manungsa iku kadangkala malah ngadohke pitulungane Sing Kuwasa,Merga manungsa wis semendhe ora marang Gustine
Mengharapkan pertolongan manusia itu kadangkala menjauhkan pertolongan Yang Kuasa.Karena manusia sudah menyandarkan ke sesamanya tidak kepada Tuhannya.
Aja nyawang sugih dadi ukuran mulya,Aja nyawang mlarat dadi ukuran hina,Mulya iku ana becike laku lan ati sing cedhak marang Gusti
Jangan melihat kekayaan jadi ukuran kemuliaan,Jangan melihat kemiskinan jadi ukuran kehinaan.Kemuliaan itu ada baiknya perbuatan dan hati yang dekat kepada Tuhan.
Ora ana manungsa tinakdir ala, Kabeh manungsa iku dasare apik. Mung napsu sing angel dikalahke ndadeake alane dadi nyata.
Tidak ada manusia bertakdir jahat, Semua manusia dasarnya baik.Cuma nafsu yang sulit dikalahkan menjadikan kejahatan menjadi nyata.


Sunday, September 6, 2015

RESEP CINTA DARI IBNU ATHA`ILLAH


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... telah lama ... cinta tersasar .. dari cinta yang suci ... telah lama ... cinta tersisih ... dari cinta hakiki .. karena sekian lamanya .. manusia, dibuai cinta nafsu ..
sering berubah ... tidak menentu ... seperti pantai dipukul ombak ..

Siapa sih yang tidak pernah jatuh cinta, sedangkan perasaan mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia. Tetapi, pada kadar tertentu, ada rasa cinta yang bisa membuat seseorang mabuk kepayang. bisa membuat seseorang merana, tersiksa sampai setengah gila. cinta yang membuatnya menderita itu semakin membuat jiwanya rapuh, membobol benteng keimanan, menangis air mata darah, sampai menghalalkan segala cara untuk bisa berdekatan terus dengan orang yang dicintainya.

Itu adalah sebagian kecil tanda-tanda dari penyakit cinta. ya, penyakit cinta, sebab cinta sejati itu menyembuhkan, bukan menyakitkan.

Inilah resep cinta dari Ibnu Athaillah: tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.

Hampir semua orang yang pernah jatuh cinta merasakan apa yang dirasakannya. Dan perasaan itu tidak akan bisa kaukeluarkan, kauusir dari dalam hati, kecuali jika kamu memiliki 2 hal:

1. rasa cinta kepada Allah yang luar biasa, yang menggetarkan hatimu. sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.

2. rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu kepada yang lain. jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain.

Saat hati seseorang miskin oleh cinta dan rindu kepada Allah, maka hati itu akan dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain. Itulah yang membuatmu tersiksa.

Mencintai makhluk itu sangat berpeluang untuk menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk itu juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak.

Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan; diterima atau ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya ..

Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasakan kehilangan ...

Tak akan ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah ...

Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu, kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-Nya ...

Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah 'Azzawajalla ...
sering berubah ... tidak menentu ... seperti pantai dipukul ombak ..
Siapa sih yang tidak pernah jatuh cinta, sedangkan perasaan mencintai dan dicintai adalah fitrah manusia. Tetapi, pada kadar tertentu, ada rasa cinta yang bisa membuat seseorang mabuk kepayang. bisa membuat seseorang merana, tersiksa sampai setengah gila. cinta yang membuatnya menderita itu semakin membuat jiwanya rapuh, membobol benteng keimanan, menangis air mata darah, sampai menghalalkan segala cara untuk bisa berdekatan terus dengan orang yang dicintainya.
Itu adalah sebagian kecil tanda-tanda dari penyakit cinta. ya, penyakit cinta, sebab cinta sejati itu menyembuhkan, bukan menyakitkan.
Inilah resep cinta dari Ibnu Athaillah: tidak ada yang bisa mengusir syahwat atau kecintaan pada kesenangan duniawi selain rasa takut kepada Allah yang menggetarkan hati, atau rasa rindu kepada Allah yang membuat hati merana.
Hampir semua orang yang pernah jatuh cinta merasakan apa yang dirasakannya. Dan perasaan itu tidak akan bisa kaukeluarkan, kauusir dari dalam hati, kecuali jika kamu memiliki 2 hal:
1. rasa cinta kepada Allah yang luar biasa, yang menggetarkan hatimu. sehingga ketika yang ada di hatimu adalah Allah, yang lain dengan sendirinya menjadi kecil dan terusir.
2. rasa rindu kepada Allah yang dahsyat sampai hatimu merasa merana. jika kau merasa merana karena rindu kepada Allah, kau tidak mungkin merana karena rindu kepada yang lain. jika kau sudah sibuk memikirkan Allah, kau tidak akan sibuk memikirkan yang lain.
Saat hati seseorang miskin oleh cinta dan rindu kepada Allah, maka hati itu akan dijajah oleh cinta dan rindu pada yang lain. Itulah yang membuatmu tersiksa.
Mencintai makhluk itu sangat berpeluang untuk menemui kehilangan. Kebersamaan dengan makhluk itu juga berpeluang mengalami perpisahan. Hanya cinta kepada Allah yang tidak.
Jika kau mencintai seseorang ada dua kemungkinan; diterima atau ditolak. Jika ditolak pasti sakit rasanya ..
Namun jika kau mencintai Allah pasti diterima. Jika kau mencintai Allah, engkau tidak akan pernah merasakan kehilangan ...
Tak akan ada yang merebut Allah yang kaucintai itu dari hatimu. Tak akan ada yang merampas Allah ...
Jika kau bermesraan dengan Allah, hidup bersama Allah, kau tidak akan pernah berpisah dengan-Nya. Allah akan setia menyertaimu. Allah tidak akan berpisah darimu, kecuali kamu sendiri yang berpisah dari-Nya ...
Cinta yang paling membahagiakan dan menyembuhkan adalah cinta kepada Allah 'Azzawajalla ...

Monday, August 10, 2015

50 sajak terbaik "Jalaluddin Rumi"

1Aku bukanlah orang Nasrani, Aku bukanlah orang Yahudi, Aku bukanlah orang Majusi, dan Aku bukanlah orang Islam. Keluarlah, lampaui gagasan sempitmu tentang benar dan salah. Sehingga kita dapat bertemu pada “Suatu Ruang Murni” tanpa dibatasi berbagai prasangka atau pikiran yang gelisah.


2Di dalam cahaya-Mu aku belajar mencintai. Di dalam keindahan-Mu aku belajar menulis puisi. Kau senantiasa menari di dalam hatiku, meski tak seorang pun melihat-Mu, dan terkadang aku pun ikut menari bersama-Mu. Dan “ Penglihatan Agung” inilah yang menjadi inti dari seniku.


3Hakikat Yang Maha Pengasih hadir secara langsung laksana sinar matahari yang menerangi bumi. Namun, kasih-Nya tidaklah berasal dari berbagai bentuk yang ada di bumi. Kasih-Nya melampaui setiap bentuk yang ada di bumi, sebab bumi ini dan segala isinya tercipta sebagai perwujudan dari kasih-Nya.


4Jika kau ingin melihat wajah-Nya, maka tengoklah pada wajah sahabatmu tercinta.


5Sekian lama aku berteriak memanggil nama-Mu sambil terus-menerus mengetuk pintu rumah-Mu. Ketika pintu itu terbuka, aku pun terhenyak dan mulai menyadari sesungguhnya selama ini aku telah mengetuk pintu dari dalam rumahku sendiri.6Demi Allah, ketika kau melihat Jatidirimu sebagai Yang Maha Indah, maka kau pun akan menyembah dirimu sendiri.


7Di mana saja kau berada, apa pun keadaanmu, cobalah selalu menjadi seorang pecinta yang senantiasa dimabuk oleh kasih-Nya. Sekali kau dikuasai oleh kasih-Nya, maka kau akan hidup menjadi seorang pecinta yang hidup bagaikan dalam pusara. Dan kau akan tetap hidup hingga hari kebangkitan itu tiba, lantas kau pun akan dibawa ke dalam surga dan hidup kekal selamanya. Namun, jika kau belum menjadi seorang pecinta, maka pada hari pembalasan seluruh pahalamu tidak akan dihitung.


8Pada Hari Kebangkitan, orang-orang akan berjalan sempoyongan. Di depan-Mu, mereka akan menggigil dengan wajah pucat karena ketakutan. Maka, aku akan memeluk kasih-Mu dan berkata kepada mereka: “Mintalah apa pun; mintalah atas namaku.”


9Ketika aku mati sebagai manusia, maka para malaikat akan datang dan mengajakku terbang ke langit tertinggi. Dan ketika aku mati sebagai malaikat, maka siapa yang akan mendatangiku? Kau tak akan pernah dapat membayangkannya!


10Hari ini, seperti hari lainnya, kita terjaga dengan perasaan hampa dan ketakutan. Namun, janganlah tergesa melarikan diri dari kenyataan pahit ini dengan pergi berdoa atau membaca kitab suci. Lepaskan semua tindakan mekanis yang berasal ketaksadaran diri. Biarkan keindahan Sang Kekasih menjelma dalam setiap tindakan kita. Ada beratus jalan untuk berlutut dan bersujud kepada-Nya.


11Diamlah! Cinta adalah sebutir permata yang tak bisa kaulemparkan sembarangan seperti sebutir batu.


12“Mintalah sesuatu kepada-Ku,” begitu Kau berkata suatu ketika. Aku tertawa dan berkata: “Aku telah cukup bersama-Mu. Tanpa kehadiran-Mu, seluruh dunia ini hanyalah sebatang kayu yang mengapung dan terombang-ambing di samudera-Mu.”


13Yakinlah, di Jalan-Cinta itu: Tuhan akan selalu bersama-Mu.


14Tak ada pilihan lain bagi jiwa, selain untuk mengasihi. Namun, pertama kali jiwa harus merangkak dan merayap di antara kaki para pecinta. Hanya para pecinta yang dapat lepas dari perangkap dunia dan akhirat. Hanya hati yang dipenuhi dengan cinta yang dapat menjangkau langit tertinggi. Bunga mawar kemuliaan hanya dapat bersemi di dalam hati para pecinta.


15Segalanya yang kau lihat mempunyai akarnya di dalam dunia yang tak terlihat. Bentuk akan berubah, namun intisarinya tetaplah sama.


16Ketika sedih, aku bersinar bagaikan bintang pagi. Ketika patah hati, hakekatku justru tersingkap sendiri. Ketika aku diam dan tenang seperti bumi, tangisku bagaikan guntur yang menggigilkan surga di langit tertinggi.


17Hati manusia selalu terbuka dan dapat menerima segalanya: semua yang baik dan buruk menjadi bagian dari Sufi.


18Aku kehilangan duniaku, ketenaranku, dan pikiranku. Ketika matahari terbit, maka semua bayang-bayang lenyap. Aku berlari mendahului bayang-bayang tubuhku yang lenyap saat aku berlari. Namun, cahaya matahari itu berlari mendahuluiku dan memburuku, hingga aku pun terjatuh dan bersujud pasrah ditelan samudera kilau-Nya yang mempesona.


19Aku ingin melihat wajah-Mu pada sebatang pohon, pada matahari pagi, dan pada langit yang tanpa warna.


20Karena Cinta segalanya menjadi ada. Dan hanya karena Cinta pula, maka ketiadaan nampak sebagai keberadaan.


21Badan ini hanyalah suatu cermin surga. Energinya membuat para malaikat cemburu. Kemurniannya membuat malaikat Seraphim terkejut. Dan Iblis yang berdiam di urat-urat syarafmu pun menggigil takut.


22Kau lebih mahal dibanding surga dan bumi. Apa yang bisa kukatakan lagi? Kau tak mengetahui bahwa selama ini segala yang berharga telah menjadi milikmu. Janganlah menjual dirimu dengan harga murah, sesungguhnya dirimu sangatlah mahal di mata Tuhan.


23Cintaku pada-Nya adalah hakikat jiwaku. Hidupku adalah gelora yang selalu merindukan-Nya. Aku hidup seperti seorang gipsi pengembara, aku tak pernah menetap di tempat yang sama, namun setiap malam aku selalu bernyanyi dan menari ditemani bintang-bintang di bawah langit yang sama.


24Kematianku adalah perkawinanku dengan keabadian.


25Meski aku terbakar habis, namun aku tetap tertawa, karena abuku masih tetap hidup! Aku telah mati ribuan kali: namun abuku selalu menari dan lahir kembali dengan ribuan wajah baru.


26Di gurun pasir tanpa batas, aku kehilangan jiwaku, dan menemukan bunga mawar ini.


27Aku telah melihat wajah mulia Sang Raja. Dia adalah mata dan matahari surga. Dia adalah teman seperjalanan dan penyembuh semua mahluk. Dia adalah jiwa dan alam semesta yang melahirkan jiwa-jiwa. Dia menganugerahkan kebijaksanaan pada kebijaksanaan, kemurnian pada kemurnian. Dia adalah tikar sembahyang bagi jiwa orang-orang suci. Setiap atom di tubuhku berlompatan sambil menangis dan berkata: “Terpujilah Tuhan.”


28Apapun juga yang mereka katakan atau pikirkan, aku tetap ada di dalam Kau, karena aku adalah Kau. Tak seorang pun dapat memahami hal ini, sampai ia mampu melampaui pikirannya.


29Jika kau dapat bertemu dengan Jatidirimu meski hanya sekali, maka rahasia dari segala rahasia akan terbuka bagimu. Wajah dari Yang Maha Tersembunyi, yang ada di luar alam semesta ini, akan nampak pada cermin persepsimu.


30Setiap penglihatan tentang keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar. Namun, janganlah kau berputus asa, karena mereka semua datang dari sumber yang sama, dari Keabadian. Masukilah Keabadian itu, maka kau akan melihat segala sesuatu tumbuh dan berkembang, memberi hidup baru dan kegembiraan baru bagimu.


31Ayat-ayat Tuhan itu tersimpan di hati langit yang paling rahasia. Suatu hari, seperti hujan, ayat-ayat Tuhan itu akan jatuh dan menyebar, sehingga misteri Keilahian akan tumbuh menghijau di seluruh dunia.


32Jika kau berputar mengelilingi matahari, maka kau pun akan menjadi matahari. Jika kau berputar mengelilingi seorang Guru, maka kau pun akan bersatu dengan-Nya. Kau akan menjadi sebutir permata, jika kau menari mengelilingi-Ku. Dan kau akan berkelip seperti emas, jika kau menari mengelilingi-Nya.


33Kau hanya memerlukan aroma anggur, karena makrifat akan menyala dengan sendirinya dari kesunyian hatimu setelah mencium aroma anggur itu, seperti juga nyala api akan tersilap dan berkobar dari aroma anggur! Bayangkan jika kau adalah anggur itu sendiri.


34Sufi adalah seorang lelaki atau seorang perempuan yang telah patah hati terhadap dunia.35Kekasih, beri aku kesempatan untuk selalu mengetahui bagaimana cara menyambut-Mu, dan sulutkanlah obor di tangan-Mu agar membakar habis rumah ke-ego-an di dalam diriku.


36Sembunyikan rahasia-Ku di dalam harta karun jiwamu. Sembunyikan perasaan ekstase itu di dalam dirimu. Jika kau menemukan Aku, maka sembunyikan Aku di dalam hatimu. Sadarilah kemabukan ini sebagai Kebenaran Mutlak!


37Ingatlah bahwa Nabi Muhammad pernah berkata: “Satu penglihatan tentang-Nya adalah suatu berkah yang tak terhingga.” Setiap daun dari suatu pohon membawa suatu firman dari dunia yang tak terlihat. Lihatlah, tiap-tiap daun yang jatuh ke tanah sebagai suatu berkah dari-Nya. Segala sesuatu di alam ini senantiasa menari dalam harmoni, bernyanyi tanpa lidah, dan mendengar tanpa telinga, ya, semua itu adalah berkah yang tak terhingga dari-Nya.


38Isi aku dengan anggur dari sunyi-Mu, biarkan anggur itu merendam pori-poriku, hingga Keindahan dari Yang Maha Agung akan terungkap bagiku. Inilah arti berkah bagiku!


39Jika kau mendefinisikan dan membatasi “Aku” dengan berbagai konsepmu, maka kau akan kelaparan dengan dirimu sendiri. Lalu “Aku” pun akan jatuh ke dalam suatu kotak yang terbuat dari kata-kata, dan kotak itu adalah peti mayatmu sendiri.


40Aku tidak tahu siapa sebenarnya “Aku”. Tetapi, ketika aku berjalan ke dalam diriku sendiri, maka aku pun terkejut: ternyata “Aku” adalah suara milik-Mu, gema yang terpantul dari “Dinding-Keilahian”.


41Jatidiri kita adalah Cahaya. Cinta-Ilahi adalah Matahari-Keagungan. Sinar-Nya adalah firman. Dan mahluk adalah bayang-bayang-Nya.


42Perkecillah dirimu, maka kau akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka Jatidirimu akan terungkap tanpa kata-kata.


43Ketika kami mati, jangan cari pusara kami di bumi. Tetapi, temukan di dalam hati para pecinta.


44Ketika pikiran dilampaui, maka keindahan cinta pun datang menghampiri, berjalan dengan anggun, serta membawa secangkir anggur di tangannya. Ketika cinta dilampaui, maka Yang Maha Esa pun datang menghampiri – Ia adalah Zat yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata dan hanya bisa disebut sebagai “Itu”.


45Setiap orang yang tinggal jauh dari sumber-Nya, dari Jatidirinya, maka ia akan selalu rindu untuk kembali ke masa ketika ia masih dipersatukan dengan-Nya.


46Surga dibuat dari asap hati yang terbakar habis. Dan orang yang diberkahi oleh Tuhan adalah orang yang hatinya telah terbakar habis.


47Awan-awan berada dalam keheningan meski penuh dengan berjuta kilat. Cinta akan memberi kelahiran baru bagi para filsuf berkepala batu. Jiwaku adalah ombak di dalam samudera kemuliaan-Mu. Dan di dalam keheningan: alam semesta beserta segala isinya tenggelam di dasar samudera kemuliaan-Mu.


48Manusia ibarat suatu pesanggrahan. Setiap pagi selalu saja ada tamu baru yang datang: kegembiraan, kesedihan, ataupun keburukan; lalu kesadaran sesaat datang sebagai suatu pengunjung yang tak diduga. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua hanya membawa dukacita. Sambut dan hibur mereka semua, sekalipun mereka semua dengan kasar menyapu dan mengosongkan isi rumahmu. Perlakukan setiap tamu dengan hormat, sebab mereka semua mungkin adalah para utusan Tuhan yang akan mengisi rumahmu dengan beberapa kesenangan baru. Jika kau bertemu dengan pikiran yang gelap, atau kedengkian, atau beberapa prasangka yang memalukan, maka tertawalah bersama mereka dan undanglah mereka masuk ke dalam rumahmu. Berterimakasihlah untuk setiap tamu yang datang ke rumahmu, sebab mereka telah dikirim oleh-Nya sebagai pemandumu.


49Saat kau datang ke dunia ini, suatu tangga telah ditempatkan di depanmu, dan tangga itu akan mengantarmu kepada-Nya. Dari bumi ini, kau pun naik menjadi tumbuhan. Dari tumbuhan kau pun naik menjadi hewan. Setelah itu kau pun naik menjadi manusia – mahluk yang mewarisi pengetahuan melalui akal dan iman. Lihatlah, tubuhmu merupakan turunan dari debu, tetapi bagaimana bisa tubuhmu menjadi begitu sempurna? Lalu, mengapa kau takut dengan kematian? Ketika kau berhasil melampaui bentuk manusia ini, maka tak diragukan lagi kau akan menjadi malaikat dan membumbung melampaui lapisan-lapisan langit tertinggi. Tetapi, janganlah berhenti di sana, bahkan badan surgawimu itu akan tetap tumbuh menjadi tua, lampaui lagi surga itu dan melompatlah ke dalam “Samudera Kesadaran Yang Maha Luas”. Biarkan dirimu – yang bagaikan setetes air itu – menjelma menjadi seratus samudera. Tetapi, jangan berpikir bahwa hanya setetes air itulah yang telah menjelma menjadi samudera, sebab samudera juga telah menjelma menjadi setetes air.


50Sssttt! Diamlah! Dengarkan suara dalam dirimu. Ingatlah firman pertama-Nya: “Kita melampaui setiap kata.

Wednesday, October 29, 2014

10 Falsafah Hidup Orang Jawa

 

 

DALAM berfilosofi, orang Jawa seringkali menggunakan unen-unen untuk menata hidup manusia. Makna dari ungkapan-ungkapan Jawa ini seringkali tidak dipahami oleh sebagian besar keturunan etnis Jawa di era modern ini. Maka tidak salah, jika muncul sebutan, “Wong Jowo sing ora njawani”.

 

Filosofi Jawa dinilai sebagai hal yang kuno dan ketinggalan jaman. Padahal, filosofi leluhur tersebut berlaku terus sepanjang hidup. Warisan budaya pemikiran orang Jawa ini bahkan mampu menambah wawasan kebijaksanaan.

 

Berikut 10 dari sekian banyak falsafah yang menjadi pedoman hidup orang Jawa.

 

1. Urip Iku Urup
Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik.

 

2. Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara
Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. Sura Dira Jaya Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti
segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

4. Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha
Berjuang tanpa perlu membawa massa. Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan. Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan,kekayaan atau keturunan. Kaya tanpa didasari kebendaan.

 

5. Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan
Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri. Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

 

6. Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman
Jangan mudah terheran-heran. Jangan mudah menyesal. Jangan mudah terkejut-kejut. Jangan mudah ngambeg, jangan manja.

 

7. Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman
Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi.

 

8. Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka
Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah. Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

 

9. Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo
Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

 

10. Aja Adigang, Adigung, Adiguna
Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti.

 

(Tulisan ini saya kutip seperti aslinya dari tulisan Diantika PW dalam http://suaramerdeka.com)

 

Mungkin karena sudah hampir 5 tahun belakangan ini saya hidup dan tinggal di Jawa, tepatnya di Kota Yogya yang terkenal masih sangat ‘kental’ budaya Jawa dalam kehidupan sehari-harinya secara tidak langsung beberapa prinsip Orang Jawa menular juga. Walaupun saya sebagai orang asli Sumatera masih sering terbawa beberapa karakter khas orang Sumatera (hehehe….).

Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman saya berkesempatan untuk travelling ke Kota Solo. Kami pun menyempatkan untuk mengunjungi beberapa obyek wisata, termasuk Keraton Surakarta. Dari obrolan kami bersama pemandu yang menemani kami keliling-keliling Keraton, kami pun dikasih wejangan bagaimana prinsip hidup orang Jawa menjalani kehidupan. Kurang lebih ‘Si Mbah’ (Nenek_red) memberi wejangan kami agar dalam menjalani kehidupan hendaknya:

  • Prasaja: hidup bersahaja

  • Wilapa: jujur dan apa adanya

  • Wiloto: menghargai kedua orang tua terutama ibu

Saya rasa prinsip-prinsip tersebut sebenarnya tidak hanya seharusnya dianut oleh orang Jawa ataupun bukan Jawa. Toh agama kita juga mengajarkan kepada umatNya untuk berlaku seperti di atas, menghargai kedua orang tua, hidup bersahaja, jujur, dan prinsip-prinsip yang harusnya kita junjung dalam kehidupan agar tidak salah arah. Semoga Allah SWT selalu menjaga, melindungi, dan mengarahkan kita ke jalan yang benar. Dan semoga keistiqomahan itu tetap bisa kita jaga. Allahuma Amin…

Kata Kata Wejangan, Petuah Jawa

Mencari kata kata wejangan mengingatkan saya akan sosok simbah yang selalu memberikan kata kata petuah Jawa. Untuk orang Jawa memang ada beberapa kata bijak bahasa Jawa yang kalau kita renungi makna dan artinya sangat bagus untuk bekal hidup.

Berawal dari iseng, saya sering mendengar kalau orang tua lagi ngobrol tentang hitungan hari, weton, atau apa saja yang berkaitan dengan filosofi Jawa. Memang selalu orang Jawa kalau mau berbuat pasti akan sangat berhati-hati dalam mengambil langkah, sehingga diharapkan agar terhindar dari apa yang disebut mara bahaya.

Kata Kata Wejangan, Petuah Jawa

Berukit beberapa kata wejangan dan nasehat Jawa yang diwujudkan kedalam ungkapan maupun peribahasa:

  1. Ono dino ono upo, artinya ada hari ada nasi. Dalam arti lain, dimana kita masih hidup pasti akan selalu membutuhkan makanan, untuk itu dalam hidup harus rajin untuk mencari makan (mencari nafkah).

  2. Sak bejo bejane wong lali isih bejo wong kang eling lan waspodo, artinya seberapa beruntungnya orang yang lupa (lalai) masih beruntung orang yang ingat (selalu waspada).

  3. Wong urip kuwi ora mung sak dermo urip, artinya orang hidup itu tidak hanya sekedar hidup. Dalam arti lain kita dituntut untuk selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk hidup, karena kita hidup di dunia ini tidak hanya kebetulan, namun kita diciptakan oleh Tuhan untuk berbuat yang terbaik dan mencintai sesama.

Demikianlah beberapa kata petuah Jawa tentang hidup yang dapat kalian berikan sebagai kata kata untuk sahabat atau SMS kepada teman. Sebagai orang yang memiliki budaya, agama, dan cinta, kita hendaknya menghargai apa yang ada dalam hidup ini dengan melakukan yang terbaik untuk hidup dan orang orang yang kita cinta.

Wednesday, July 23, 2014

Cinta Menurut Kaum Sufi



Cinta diambil dari kata ‘habab’ (Gelembung air) yang selalu berada di atas air. Dikatakan demikian karena cinta merupakan puncak segalanya dalam hati.
Dikatakan pula bahwa Cinta itu berasal dari istilah ‘menetapi’. Jika dikatakan “dia mencintai unta, maka ia menetapi bersama unta dan tidak meningalkannya, seolah-olah orang yang jatuh cinta itu hatinya tidak pernah melupakan untuk mengingat kekasihnya.


Diceritakan bahwa kata ‘hubbu’ (cinta) diambil dari kata ‘al habbu’ sebagai bentuk plural dari kata ‘habbah’ (biji), sedangkan biji hati merupakan sesuatu yang berada dan menetap dalam hati. Dari sini cinta disebut benih (biji) karena Cinta adalah benih kehidupan.Kemudian Cinta itu disebut tiang karena Cinta menaggung kesenangan dan penderitaan.
Cinta merupakan suatu tempat yang berisi air. Tempat ini penuh dengan air dan tidak ada tempat untuk lainnya. Demikian jika hati telah penuh dengan Cinta, maka tiada tempat untuk selain kekasihnya.


Dikatakan bahwa Cinta mendahulukan kekasihnya daripada semua yang menyertainnya.


Dikatakan bahwa Cinta setia kepada kekasihnya, baik ketika berhadapan dengannya atau tidak.


Abu Yazid Al-Busthami berkata “Cinta menganggap sedikit pemberian yang ia keluarkan dan menganggap banyak pemberian kekasih walaupun sedikit.”


Sahal bin Abdullah berkata “Cinta itu merangkul ketaatan dan menentang kedurhakaan.”


Al-Junaid berkata “Cinta adalah masuknya sifat-sifat kekasih pada sifat-sifat yang mencintainya.”


Abu Ali Ahmad Ar-Rudzabari berkata “Cinta adalah kesetiaan”


Abu Abdullah Al-Quraisy berkata “Hakikat Cinta jika kamu memberi, maka kamu memberikan semua yang kamu miliki kepada orang yang kamu Cintai, tanpa tersisa sedikitpun untukmu.”


Dalf Asy-Syibli berkata berkata “Disebut Cinta Karena Cinta menghapus hati dari ingatan semua selain yang dicintainya.” 


Dalf Asy-Syibli berkata “Cinta, Jika kamu cemburu pada seorang kekasih, maka orang sepertimu adalah mencintainya.”


Ahmad bin Atha’ berkata “Cinta itu dahan-dahan yang ditancapkan dalam hati sehingga hati akan berbuah seperti kemampuan akal.”


Muhammad bin ali al-Kattani berkata “Cinta Harus lebih mengutamakan yang dicintai.”


“Cintamu kepada sesuatu bisa membuatmu buta dan tuli” (HR Abu Dawud nomer 5130 dalam ‘Al-Adab’, Musnad Imam Ahmad 5 Halaman 194, dan 6 Halaman 450)Kata ‘hubbu’ terdiri dari dua huruf ; ha’ dan ba’. Isyarahnya bahwa orang yang Jatuh Cinta harus keluar dari ruh, badan dan hatinya  seperti kesepakatan suatu kaum yang mengatakan bahwa Cinta itu adalah kesetiaan. Kesetiaan yang paling nyata adalah kesetiaan dalam hati. Cinta harus tidak kontradiksi karena orang yang jatuh cinta akan selalu bersama orang yang dicintainya. Dengan demikian, maka terjadilah komunikasi,”“al mar-u man’a ihabba”, Seseorang akan bersama yang dicintainya. (HR Mutafaqun alaih)Demikian saya ringkas dari Terjemahan Risalah Al-Qusyairiyah bab Cinta Terbitan Pustaka Amani-Jakarta





Cinta Kaum Sufi



Ketika Ibn ‘Arabi, sufi besar ditanya “Apa agama Anda?”, diapun menjawab dengan penuh keyakinan, “Agama dan keimananku adalah Cinta”. Ketika ditanya apa itu “Cinta”, “..mungkin hanya selain pecinta sejati yang berani menjawabnya…” jawabnya ‘lirih”, lalu diapun berdendang ;


“Jika seorang mengaku bisa mendefinisikan cinta, jelaslah, ia masih belum mengenalnya. Siapa pun mendefinisikan cinta, pasti belum mengenalnya. Siapa pun belum pernah merasakan seteguk saja air cinta, belum pernah mengenalnya. Siapa pun yang merasa kenyang karena meneggak air cinta, maka ia hanyalah orang yang menghibur diri. Ketahuilah, cinta adalah minuman yang tak pernah memuaskan pecandunya.”


“Cinta”, sebuah sebutan yang selalu terus abadi sepanjang sejarah.  Tidak hanya  paling banyak dibicarakan tetapi juga beragam tulisan, diskusi, disyairkan, didramakan dan sekaligus difilemkan. Cobalah melayari samudra, menempuh rimba dan menembus cakrawala, kita akan temukan pustaka dunia dipenuhi ribuan buku tentang cinta, klasik hingga kontemporer, mulai dari tema-tema aksiologi Yunani, karya-karya klasik para spiritualis hingga novel-novel ternama dunia, seperti Romeo and Juliet – Shakepare,  The House of The Spirit dan  Dracula-nya Bram Stokers.


Seorang teman (yang nge-ustadz/filsuf) pernah berusaha menjelaskan hakikat cinta dengan cara sederhana membaginya menjadi dua; cinta ilahi dan cinta insani.


Dalam setiap hembusan nafas kita, dalam setiap sel darah kita, dalam setiap unsur-unsur yang terkandung dalam butiran tanah, terdapat cinta Ilahi yang acapakali tidak kita sadari. Dengan rahman-Nya, Allah SWT telah menampakkan indahnya pelangi lewat kedua mata kita; dengan kasihNya yang tiada batas, memperdengarkan merdunya gemercik air.

Cinta kedua adalah cinta insani. Pada dasarnya, cinta ini juga timbul dari cinta Ilahi. Cinta laksana wujud, bahkan ia adalah wujud itu sendiri. Ia sangat terlihat gamblang, meski hakikatnya tersimpan di balik tirai misteri.


Tersembunyikah cinta? Lalu mengapa cinta begitu misterius? Cinta bukanlah esensi dan kategori yang dapat diuraikan sebagai produk dari komposisi genus dan diferensia. Ia adalah frase hanya bisa diperlakukan sebagai sebuah terma ontologis dan eksistensial. Cinta hanya dapat dihayati, namun tak dapat disifati. Setiap orang mampu merasakan cinta, namun mustahil mensifati atau mendefinisikannya. (Aaaaach puching… ujar temanku yg males mikir..!)Lalu bagaimanakah para sufi memandang “cinta”?  Kaum sufi membaginya menjadi dua; cinta natural dan cinta mistikal.


Cinta natural adalah cinta bersyarat, seperti cinta kita pada seorang sahabat karena ia bersikap baik terhadap kita. Sedang cinta mistikal tidak bersyarat. Ia cukup mencintai tapi tak butuh dicinta. Cinta ini laksana cinta ibu yang rela tidak tidur semalaman demi menemani anaknya yang sakit. Seorang ibu tak butuh balasan apakah kelak si anak membalas jerih payahnya atau tidak.


Kata Ibn al-Qayyim, “Cinta tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak menghasilkan (sesuatu) melainkan menambah kabur dan tidak jelas. Cinta adalah cinta itu sendiri.” Bukankah memperjelaskan suatu yang sangat jelas berarti mengaburkannya. Seorang penyair berpuisi:


Setiap perkataanku bicara tentang cintaTatkala mendatanginya, daku tersipu maluBahasa mulut memang bisa menerangkanTapi cinta lebih terang tanpa kata-kata


Para sufi menganggap Allah SWT sebagai kekasih hakiki para pecinta sejati, kekasih-kekasih selain-Nya adalah jelmaan dari tajali-Nya. Cinta kepada tajalli-Nya dianggapnya sebagai cinta majazi yang secara vertikal menuju cinta sejatinya, yaitu Allah Swt. Para sufi percaya bahwa pada hakekatnya tidak ada suatu apapun kecuali eksistensi-Nya yang maha Esa. Semua makhluk adalah huruf-huruf yang terangkai indah dalam lembar wujud-Nya. Tintanya adalah cinta.


Cinta hanya bisa dipahami lewat pengalaman personal. Namun hakikatnya mustahil direngkuh hanya dengan sekali percobaan. Manusia tak mungkin mengarungi dan menggapai cinta sejati, karena cinta merupakan jalan tak berujung. Cinta tak pernah memuaskan pencandu yang selalu dicekik dahaga.Besarkah pengaruh cinta? Demi cinta, subjek rela meniadakan dirinya sembari menganggapnya sebagai puncak kesempurnaannya. Laron yang mati akibat tersengat api lampu yang dipujanya. Semut ternggelam dan terbenam dalam gula yang dicintainya. Bagi sebagian orang, cinta lebih dari sekedar bernyawa. Karena itulah, mereka mengutamakannya atas kehidupan. (Wooow…getoo lo!)


Ironis, insan-insan modern kini mencari cinta (baca: cinta ragawi). Demi itu, mereka memburu alat-alat kecantikan, menghamburkan uang demi mempermak hidung dan dagu atau dada, merawat kuku bahkan (maaf) merias kemaluan, mengukir tatoo, mendatangi butik-butik fashion, mengubah gaya bicara dengan ‘indolish’ dan menata bahasa tubuh. Inilah imagologi cinta yang justru mengamputasi cinta.